Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menentukan elevator :
1.Jenis pipa bor yang akan dioperasikan.
2.Ukuran pipa.
3.Berat yang akan ditahan oleh Elevator.
Jenis-jenis Elevator. Dari cara membukanya :
1.Center Latch Elevator pintu untuk membuka & menutup ditengah.
- Bottleneck Center Elevator (BNC) Kap. beban 100–350 ton, utk DP 2.3/8”–5”.
- Square Shoulder Center Elevator (SSC) kap. beban 100 ton, untuk Csg 5.1/2”-8.5/8”
DC 4.1/8”-9” & Tubing 2.3/8”-4.1/2”
- Single Joint Center Lacth Casing Elevator (SJC) kap. 150 – 350 ton, untuk Casing
6.5/8”-20.1/2”
2.Side Door Elevator pintu untuk membuka & menutup berada disamping body.
Square Shoulder Side Door Elevator (SSD) kap. beban 150 ton,
untuk DC 6.3/4”-11.1/4”, Casing 6.5/8”-20.1/2”
Dilihat dari penggunaannya :
1.Casing Elevator
2.Drill Pipe Elevator
3.Drill Collar Elevator
4.Tubing Elevator
Cara Penggunaan Elevator :
1.Memasang pada Link :
- Telingga Elevator dipasang pada mata Link.
- Tutup pengaman dan pasang baut & mur pada pengaman, diikat kuat agar tidak lepas.
2.Memasang pada Pipa Bor.
- Buka pintu Elevator pada pipa yang dioperasikan.
- Tutup kembali pintu Elevator sampai kunci pengaman berfungsi dengan sempurna.
Cara Perawatan Elevator :
1.Lakukan pelumasan pada engsel & kunci pengaman Elevator agar bekerja dengan baik,
tidak cepat aus dan mudah dioperasikan.
2.Bila kena cairan khususnya penyebab karat segera bersihkan dengan air.
3.Lakukan pengecatan setelah selesai digunakan agar tidak berkarat.
» Read More...
..... continued from the topic below (Handling Tools)...
Link adalah alat penggantung pipa bor yg dipasang pada travelling block di sisi atas dan sisi bawah di pasang elevator.
Jenis-jenis Link :
1.Weldless Link kemampuan menahan beban per set adalah 250 – 1000 Ton, upper eye berbentuk lingkaran yang diameternya lebih besar dari lower eye.
2.Toolpusher link kemampuan menahan beban per set adalah 150 Ton, upper eye berbentuk memanjang dan lower eye berbentuk seperti lingkaran.
3.Perfection link kemampuan menahan beban per set 100 Ton, tdk ada upper dan lower eye, design link hanya terdapat satu lubang memanjang.
Yang harus diperhatikan saat memilih Link :
1.Beban yang akan ditahan oleh Link.
2.Jenis dan kapasitas Travelling Block.
3.Ukuran peralatan lain yang akan dipasang diantara pipa & Travelling Block.
Cara Pemasangan Link :
1.Tentukan jenis dan besar link.
2.Upper eye dipasang pd telingan travelling block yg telah dibuka penguncinya.
3.Tutup pengunci pd telinga travelling block dan ikat bautnya.
4.Lower eye dipasang elevator yg telah dibuka penguncinya.
5.Tutup pengunci pada telinga elevator dan ikat bautnya.
Cara Perawatan Link :
1.Setelah link selesai dipergunakan, segera bersihkan dan bila akan diletakkan di tanah beri penyangga dibawahnya
2.Lakukan pengecatan bila warna telah pudar.
3.Simpan di dalam tool box 1 set bersamaan (jangan terpisah-pisah) agar siap pakai setiap saat bila diperlukan.
DOLLY LINK
Dolly Link adalah link khusus yg terdiri dari bagian, yaitu Adapter Link dan Hanger Adapter Link. Adaptor link dihubungkan dengan elevator drill collar sedangkan hanger dihubungkan dengan elevator drill pipe, sehingga tidak perlu bongkar pasang elevator pada link utama.
Cara perawatan dolly link sama dengan perawatan link biasa, yaitu :
1.Bersihkan Dolly & digantung / diletakkan posisi yang aman.
2.Jangan dibiarkan terletak ditanah.
3.Bila akan disimpan perlu pengecatan, lalu disimpan dalam Tool Box 1 set.
» Read More...
Handling Tools :
adalah kelompok peralatan pemboran yang berguna untuk menunjang operasional rig terutama dalam menangani atau meng-handle Tubular Goods seperti Tubing, Drill Pipe, Drill Collar dan Casing.
Handling Tools banyak dioperasikan pada lantai bor (rig floor). Dalam mengoperasikan Handling Tools dituntut personil yg terlatih, trampil dan selalu memperhatikan ketentuan yang berlaku sesuai SOP guna menghindari kecelakaan pada personil dan alat yang berakibat pada terhambatnya operasi pengeboran.
Fungsi Handling Tools :
1.Alat Penggantung : Link, Dolly, dan Elevator.
2.Alat Pengikat & Pelepas : Rotary Tong, Power Tong & Spinner
3.Alat Penahan : Rotary Slip, Spider Slip.
4.Alat Pengaman : Safety Clamp.
Yang harus diperhatikan dalam memilih Handling Tools :
1.Jenis Tubular Good : Drill Collar, Drill Pipe, Casing, Tubing dengan type upset
atau non upset.
2.Diameter Luar Tubular Good.
3.Sesuaikan dengan fasilitas & kemampuan Rig.
4.Berat total yang akan diangkat atau ditahan.
(to be continued......)
» Read More...
Komplesi Zona Tunggal (Single Completion)
1. Komplesi tanpa tubing (tubingles completion).
2. Komplesi tubing tergantung (open ended tubing completion).
3. Komplesi tubing dengan packer.

Tipe - Tipe Komplesi Zona Banyak (Multiple Completion)1.Komplesi dengan produksi zona bergilir
2.Komplesi dengan string tunggal – packer tunggal (single string – single packer)
3.Komplesi dengan string tunggal – packer ganda (single string – dual packer)
4.Paralel string – Multiple Packer
Komplesi Zona Bergilir
Single String - Single Packer
Single String - Dual Packer Kesimpulan Dari Tipe – Tipe Penyelesaian Sumur
Sebenarnya komplesi yang paling ideal, adalah komplesi yang sederhana, gampang dipasang atau dikerjakan, mudah dirawat dan mudah dikerjaulang. Akan tetapi hal ini akan sulit dicapai karena kecenderungan sumur – sumur sekarang dan yang akan datang akan lebih rumit dan sarat teknologi, terutama kecenderungan ini terlihat pada sumur – sumur di lepas pantai dimana biaya operasi akan dapat ditekan dengan memproduksikan beberapa reservoar sekaligus,artinya kecenderungan untuk pemakaian multiple completion akan bertambah.
Paralel String - Multiple Packer
» Read More...
Keuntungan Sistem Komplesi Perforasi :
1.Interval – interval produktif bisa diisolasi satu sama lainnya secara efektif karena itu produksi air atau gas yang tidak diharapkan dapat mudah dikontrol/ dicegah dengan cara pemilihan interval perforasi yang tepat. Demikian juga terhadap pemilihan produksi yang akan dirangsang/stimulate.
2.Bisa untuk pemasangan kemplesi ganda atau banyak.
3.Cocok untuk teknik – teknik penanggulangan pasir seperti interval, gravel pack, sand consolidation.
4.Memungkinkan untuk penentuan kedalaman pipa selubung secara lebih teliti karena pemasangan dilakukan sesudah logging seluruh intrerval productive
5.Bisa menghemat biaya pemasangan pipa selubung produksi apabila tidak jadi dipasang karena sumur harus di “Abandon”, setelah melihat hasil logging yang menunjukkan sumur tidak ekonomis untuk diproduksi.
Kerugian – Kerugian Sistem Komplesi Perforasi :
1.Ada biaya perforasi.
2.Kerusakan formasi bisa terjadi pada saat pengerjaan penyemenan pipa selubung.
3.Adanya pengurangan diameter lubang oleh pipa selubung, sehingga hambatan terhadap aliran bisa terjadi oleh effect perforasi dan akan mengurangi produktifitas sumur.
4.Diperlukan pengerjaan penyemenan yang baik atau effective untuk memastikan penyelesaian zona – zona produksi yang baik.
5.Karena open hole logging tidak bisa diulang maka, diperlukan analisa dan interpretasi logging yang teliti sebelum pipa selubung dipasang.
6.Jika diperlukan pada saat kerja ulang nanti, ingin memperdalam sumur hanya bisa dengan diameter yang kurang dari lubang sebelumnya.

» Read More...
Keuntungan sistem ini adalah :
1.Formasi lapisan tidak akan rusak oleh semen.
2.Diameter penuh pada zona produksi dan tidak ada effect hambatan terhadap aliran sehingga bisa menghasilkan produktivitas yang maksimum.
3.Logging pada lubang terbuka bisa diulang karena lubang tidak tertutup pipa selubung, sehingga logging lubang terbuka (open hole logging) tidak merupakan hal yang kritis pada phasa pengeboran.
4.Sumur dapat diperdalam dengan mudah dengan diameter yang sama apabila diperlukan pada saat kerja ulang (workover).
5.Sumur dapat diubah menjadi komplesi liner pada saat kerja ulang.
6.Sangat cocok untuk pengerjaan metoda pengontrolan pasir ( open hole gravel pack )
7.Tidak ada biaya perforasi.
Kerugian system ini :
1.Tidak dapat mengisolasi zona – zona produksi yang satu terhadap yang lainnya.
2.Sulit mencegah dan mengontrol gas atau air yang tidak diharapkan akibat coning atau fingering.
3.Sulit melakukan pemilihan zona yang akan di “Stimulate” (dirangsang).
4.Kesulitan dalam menentukan kedalaman ujung pipa selubung produksi karena pipa selubung harus dipasang sebelum logging dilakukan pada interval lapisan produksi
5.Diperlukan pembersihan lubang (clean – up) jika formasi lapisan mudah dilepas – lepas (not consolidated) atau batuannya rapuh.
6.Batuan harus betul – betul consolidated (tidak rapuh.)

» Read More...
Well Completion sering disebut juga Penyelesaian Sumur yaitu merupakan pekerjaan lanjutan dari proses pelaksanaan pemboran sumur. Sebagian dari para tenaga ahli perminyakan berpendapat bahwa pekerjaan “Well Completion” dimulai setelah pekerjaan-pekerjaan tersebut dibawah ini selesai, yaitu :
1.Pemboran sumur telah mencapai TD (Total Depth).
2.Casing Produksi telah dipasang dan disemen, atau Casing liner telah terpasang dengan disemen atau tidak disemen.
3.Casing Produksi telah terhubung dan terpasang dengan Well Head.
Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan penyelesaian sumur –sumur :
1.Investasi yang diperlukan
2.Jumlah / kecepatan produksi yang diinginkan
3.Jumlah cadangan gas / minyak pada setiap zona lapisan
4.Tenaga pendorong reservoir
5.Keperluan akan perangsangan sumur (Well Stimulation)
6.Keperluan akan pengontrolan pasir
7.Aspek – aspek kerja ulang nantinya
8.Pertimbangan pengangkatan buatan
9.Kemungkinan project EOR dimasa yang akan datang.
Tipe – Tipe Penyelesaian Sumur
a.Berdasarkan program pemasangan pipa selubung :
- Komplesi lubang terbuka (open hole)
- Komplesi perforasi (perporated completion)
- Komplesi liner (liner completion).
b.Berdasarkan jumlah zona yang diproduksi suatu sumur :
- Sistem komplesi zona tunggal (single completion)
- Sistem komplesi zona banyak (multiple completion)
(To be continued......)
» Read More...